33 + Alat alat laboratorium kimia beserta fungsi dan gambarnya yang wajib kamu ketahui

Bagi mahasiswa jurusan Sains, laboratorium merupakan rumah kedua setelah kos/rumah. Serius, kalian yang jurusan Sains entah itu fisika,kimia atau biologi, pasti akan disibukkan dengan pekerjaan praktikum dan penelitian di laboratoriumnya yang tidak terlepas dari penggunaan alat-alat laboratorium kimia yang beraneka ragam.

Karena memang jurusan sains, selalu diberikan praktek mengiringi materi dikelas, sehingga kehidupan mahasiswa sains kebanyakan di laboratorium. Saya sendiri merasakan itu semua selama kuliah 4 tahun di jurusan kimia. 

Laboratorium merupakan tempat untuk melakukan eksperimen,percobaan dan penelitian. Mahasiswa sains kebanyakan sibuk di laboratorium ketika kuliah.

Setelah beberapa tahun berkecimpung di lab, saya mengenal beberapa alat-alat laboratorium yang sering kita jumpai dan sering dipakai. Mulai dari alat gelas, alat listrik dan alat non gelas. Apa saja alat-alat laboratorium yang wajib kita ketahui? 

Berikut kita bahas dibawah ini...

Alat-alat laboratorium kimia

Alat-alat laboratorium beserta fungsi dan gambarnya

1. Gelas Kimia 
Alat-alat laboratorium kimia
Gelas Kimia
Sumber : Google
Saya meletekkan gelas kimia pada daftar teratas dari alat-alat laboratorium. Karena gelas kimia ini merupakan alat yang multifungsi. Fungsi dari gelas kimia antara lain sebagai wadah untuk menampung bahan kimia yang cair/padat. Kemudian gelas kimia ini dapat kita gunakan juga sebagai wadah tempat untuk melarutkan bahan kimia yang padatan/serbuk. 

Selain itu fungsinya sebagai tempat untuk mencampurkan bahan kimia padat dan cair, serta dapat juga digunakan sebagai wadah untuk memanaskan sampel. Pemanasnya sendiri menggunakan hotplate. Banyak juga ya fungsinya, makanya saya taruh di posisi paling atas. 
Gelas kimia ini mempunyai beberapa ukuran ya teman-teman. Ada ukuran 10 ml - ukuran 2 liter.


2. Erlenmeyer
Alat-alat laboratorium kimia
Erlenmeyer
Sumber : Google
Erlenmeyer adalah alat laboratorium yang sering digunakan di lab pada umumnya. Fungsinya hampir mirip dengan gelas kimia. Bentuknya jauh berbeda dengan gelas kimia. Jika gelas kimia berbentuk seperti gelas biasa, maka erlenmeyer berbentuk seperti gelas yang ujungnya mengerucut/mengecil. Beberapa fungsi dari erlenmeyer : 
  • Wadah untuk memanaskan sampel
  • Wadah untuk mencampurkan sampel/bahan kimia
  • Wadah untuk menampung titran atau penitrasi dilakukan dalam percobaan Titrasi
Erlenmeyer ini mempunyai beberapa ukuran dari ukuran yang kecil-besar. Dari 25 ml-2 liter.

3. Gelas Ukur
Gelas Ukur
Sumber (wikipedia)

Gelas ukur adalah alat laboratorium yang hampir digunakan tiep hari oleh mahasiswa/peneliti. Hal ini disebabkan fungsinya yang tergolong sangat penting. Adapun fungsi dari gelas ukur ini adalah untuk mengukur volume dari larutan/bahan kimia. Jadi bagi yang menggunakan bahan kimia dengan volume tertentu maka wajib menggunakan gelas ukur ini.

Gelas ukur mempunyai beberapa ukuran. Ukuran yang paling kecil 1 ml - sampai yang besar 1 liter. Biasanya dibuat dari bahan borosilikat. Gelas ukur ini tidak bisa dipanaskan, karena merupakan alat ukur. Jika dipanaskan akan menyebabkan terjadinya pemuaian sehingga pengukuran tidak akurat.

4. Labu Ukur  
Alat-alat laboratorium kimia
Labu Ukur
Sumber : Google

Labu ukur merupakan alat laboratorium yang penting. Biasanya labu ukur kita gunakan saat pengenceran larutan dan proses pembuatan larutan. Pengenceran larutan harus menggunakan alat ini. Karena labu ukur, ini khusus fungsinya untuk pengenceran larutan secara tepat dan akurat. Ukurannya bervariasi dari yang kecil sampai yang besar. Ukurannya dari 10 ml-1 liter.


5. Pipet Tetes
Pipet Tetes
Sumber : Google

Pipet tetes adalah alat bantu di laboratorium yang fungsinya cukup vital. Pipet tetes ini digunakan untuk memindahkan larutan atau bahan yang cair dalam jumlah yang sedikit (tetesan). Jika memindahkan larutan dalam jumlah yang kecil, maka kita menggunakan pipet ini. 

6. Pipet Ukur
Pipet Ukur
Sumber : Google

Selain pipet tetes, ada juga pipet ukur. Fungsinya sama-sama memindahkan larutan, namun jumlahnya terukur. Artinya kita mengambil atau memindahkan larutan dengan ukuran tertentu. Misalnya kita ingin mengambil larutan sebanyak 5 ml. Maka kita menggunakan pipet ukur dengan ukuran 5 ml. Penggunaan pipet ukur dipasangkan dengan karet filler/rubber bulb

7. Pipet Gondok
Pipet Gondok
Sumber : Google

Selain pipet tetes dan pipet ukur, ada lagi jenis pipet yang lainnya. Namanya pipet gondok. Kenapa disebut pipet gondok? Karena pipet gondok ini bentuknya kembung dibagian tengahnya seperti gondok. Lebih jelasnya dapat kalian lihat digambar atas. 

Fungsi dari pipet gondok adalah untuk memindahkan larutan dengan volume tertentu sesuai dengan ukuran pipet tersebut. Lalu apa bedanya dengan pipet ukur? 

Perbedaan nya terletak pada skala. Jika pipet ukur punya skala, maka pipet gondok hanya ada ukuran saja. Seperti untuk ukuran 5 ml pada pipet gondok, tidak ada skala sehingga kita hanya bisa mengambil larutan sebanyak 5 ml. Beda dengan pipet ukur 5 ml, disana ada skala sehingga kita bisa mengambil larutan sebanyak 5,4,3 ml dan seterusnya.

8. Spatula
Spatula
Sumber : Google

Spatula adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengaduk campuran. Biasanya digunakan saat membuat larutan, saat penyaringan/filtrasi. Hampir sama seperti sendok teman-teman.

Fungsinya hanya sebatas untuk mengaduk larutan teman-teman, sangat sederhana namun juga penting.

9. Tabung Reaksi
Tabung Reaksi
Sumber : Google

Tabung reaksi adalah alat yang digunakan sebagai wadah untuk mencampur, mereaksikan bahan kimia dalam volume yang kecil. Biasanya di laboratorium alat ini untuk percobaan reaksi-reaksi kimia. Dalam percobaan reaksi kimia, bahan yang digunakan dalam jumlah sedikit hanya beberapa tetes saja.


10. Rak Tabung Reaksi
Rak Tabung Reaksi
Sumber : Bukalapak

Tabung reaksi ujung bawahnya silinder sehingga tidak bisa dilepas begitu saja. Sehingga ada alat khusus untuk menaruh tabung reaksi ini. Rak tabung reaksi adalah alat yang cukup simpel fungsinya adalah tempat meletakkan tabung reaksi.

11. Penjepit Kayu
Penjepit Kayu
Sumber : Google
Untuk memindahkan posisi tabung reaksi kita menggunakan penjepit kayu. Hal ini dimaksudkan jika kita menggunakan tabung reaksi untuk dipanaskan. Sehingga panasnya tabung reaksi tidak dirasakan.

12. Gelas Arloji
Gelas Arloji
Sumber : Google

Gelas arloji bukan arloji jam tangan ya teman-teman. Gelas Arloji adalah gelas yang berbentuk seperti piringan. Fungsinya digunakan sebagai wadah untuk menimbang bahan kimia padat. 

13. Neraca Analitik
Neraca Analitik
Sumber : Google

Neraca Analitik adalah alat di laboratorium kimia yang digunakan untuk menimbang bahan kimia padat dengan teliti. Untuk menimbang kita bisa menggunakan gelas arloji sebagai wadah/gelas kimia yang kecil. Alat ini ketelitiannya cukup tinggi. Maksimal berat yang bisa ditimbang 200 gram.

14. Filler/Rubber Bulb
Filler
Sumber : Google

Filler adalah alat laboratorium yang berfungsi untuk menyedot larutan. Alat ini bisa berfungsi jika digunakan bersama dengan pipet ukur dan pipet gondok.

15. Corong kaca
Corong Kaca

Corong kaca adalah alat untuk membantu memindahkan larutan dari suatu wadah ke wadah yang lain. Fungsi corong kaca disini sama seperti corong pada umumnya. Ukurannya bervariasi dari yang kecil sampai besar.

16. Corong Pisah
Corong Pisah
Sumber : Bukalapak

Corong pisah adalah alat laboratorium yang digunakan dalam proses ekstraksi cair-cair. Ekstraksi cair-cair berfungsi untuk memisahkan komponen-komponen sesuai dengan sifatnya. 
Corong pisah berbentuk kerucut dengan adanya penutup dibawahnya. 

17. Cawan porselin
Cawan Porselin
Sumber : Google

Cawan Porselin adalah alat yang digunakan dalam analisa gravimetri. Analisa gravimetri adalah analisa sampel yang didasarkan pada berat sebelum dan sesudah dipanaskan. Biasanya dalam proses pemanasan ini menggunakan oven, cawannya menggunakan cawan Porselin. 

18. Oven
Oven
Sumber : Google

Oven adalah alat laboratorium yang digunakan untuk memanaskan suatu sampel dalam suhu tertentu dan keadaan tertutup. Biasanya suhu yang digunakan sekitar 100 derajat. Kalian dapat mengatur suhu yang diinginkan dan berapa lama waktu nya. Selain itu fungsinya untuk mengeringkan alat-alat di laboratorium yang telah dicuci. 


19. Desikator
Desikator
Sumber : Google

Desikator adalah sebuah alat yang digunakan untuk mendinginkan sampel yang telah dipanaskan dalam oven/tanur. Selain itu juga berfungsi untuk menyerap kadar air dalam sampel. Di dalamnya terdapat silica gel yang berfungsi menyerap air.

20. Buret
Buret
Sumber : Google

Buret adalah alat lab yang digunakan dalam proses analisa kuantitatif. Analisa kuantitatif ini biasanya menggunakan metode Titrasi. Dalam titrasi digunakan buret untuk meneteskan bahan penitrasi ke dalam sampel yang di titrasi. 

Ukuran buret bervariasi dari 25 ml-50 ml. Lebih jelasnya baca artikel ini

21. Tiang Statif
Statif dan Klem
Sumber : Google

Tiang statif adalah tiang yang digunakan sebagai pegangan klem. Tiang statif ini digunakan bersama klem sebagai pegangan buret. Dalam gambar, klem adalah yang mempunyai kuncian ke arah depan, disanalah kita menempatkan buret dan klem diatur agar pas dengan ukuran buret yang dipasang.

22. Hotplate
Hotplate
Sumber : Google

Hotplate adalah alat yang digunakan sebagai pemanas di laboratorium. Pemanas ini digunakan untuk memanaskan sampel atau campuran yang wadahnya gelas kimia/erlenmeyer. Hotplate biasanya dilengkapi dengan magnetic stirrer yang berfungsi untuk mengaduk dengan stirer magnet.

Lebih jelasnya kalian dapat membaca artikel ini

23. pH meter
pH meter

PH meter adalah alat di lab yang berfungsi untuk mengukur pH dari suatu sampel. Alat ini menggunakan baterai yang dapat diisi kembali. 


24. Mortar dan alu
Mortar
Sumber : Alat Surabaya

Mortar dan alu adalah satu set alat yang digunakan untuk menghaluskan bahan kimia padatan seperti silika dan lain-lain.

25. Kasa
Kasa
Sumber : Google

Kasa adalah alat yang digunakan untuk melapisi gelas kimia dan erlenmeyer dalam proses pemanasan  menggunakan hotplate di lab. kimia. 

26. Kaki tiga
Kaki Tiga
Sumber : Google

Kaki tiga merupakan alat yang digunakan untuk menyangga kasa, dalam proses pemanasan sampel menggunakan pembakar spiritus.

27. Kawat nikrom
Kawat Nikrom
Sumber : Google
Kawat Nikrodm adalah alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan uji nyala bersama bunsen.

28. Kertas saring
Kertas Saring
Sumber : Google
Kertas Saring adalah alat yang digunakan dalam proses penyaringan/filtrasi. 

29. Pembakar spiritus
Pembakar Spiritus
Sumber : Google
Pembakar Spiritus adalah alat yang digunakan untuk memanaskan sampel. Isi pembakar tersebut biasanya spiritus sehingga namanya pun demikian.

30. Pembakar Bunsen
Pembakar Bunsen
Sumber : Google
Pembakar bunsen adalah alat yang digunakan untuk pengujian uji nyala pada suatu sampel. Biasanya digunakan bersama kawat nikrom.

31. Botol bahan
Botol bahan
Sumber : Google
Botol bahan adalah botol yang digunakan sebagai wadah tempat penyimpanan bahan kimia. Ada beberapa jenis botol, ada yang tebuat dari kaca dan plastik. Yang terbuat dari kaca ada yang bening dan ada yang berwarna gelap. Biasanya yang berwarna gelap untuk larutan yang pekat. 

32. Botol Semprot
Botol Semprot
Sumber : Google
Botol Semprot adalah botol yang digunakan sebagai wadah aquades yang digunakan untuk mencuci peralatan lab dan untuk pembuatan larutan. 

33. Plat tetes
Plat tetes
Sumber : Google

Plat tetes adalah alat yang digunakan untuk mereaksikan/mencapurkan bahan kimia dalam jumlah tetesan/kecil. 

34. Piknometer
Piknometer
Sumber : Google
Piknometer adalah alat yang digunaakan untuk mengukur masa jenis/densitas suatu sampel cair.

Sekian artikel tentang 33 + Alat alat laboratorium kimia beserta fungsi dan gambarnya yang wajib kamu ketahui. 

Jika dirasa bermanfaat boleh dishare ya teman-teman...

Terimakasih...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "33 + Alat alat laboratorium kimia beserta fungsi dan gambarnya yang wajib kamu ketahui"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel