Hotplate, pemanas dalam laboratorium kimia

Hotplate merupakan alat yang digunakan dalam praktikum ataupun penelitian di laboratorium. Bekerja di laboratorium tidak hanya menggunakan alat-alat gelas, dan peralatan ukur lainnya.  Namun juga menggunakan alat-alat  yang menggunakan listrik seperti pemanas. Alat-alat elektrik yang terdapat dalam laboratorium antara lain oven, hotplate, pompa vakum, pengering gelas dan masih banyak lagi.

Baca juga : Oven, alat pengering sampel dalam laboratorium kimia

Pada postingan kali ini kita akan membahas hotplate. Apa sih kegunaan dari hotplate ini, dan bagaimana cara kerjanya???

Berikut ini adalah penjelasannya

Pengertian hotplate 

Hotplate adalah alat di  laboratorium kimia yang digunakan untuk memanaskan campuran/sampel. Sampel yang akan dipanaskan ditempatkan ke dalam erlenmeyer atau gelas kimia. Kemudian pada hotplate terdapat tombol yang diputar untuk menghidupkan dan mematikannya. Cara penggunaan alat ini cukup sederhana kita tinggal menyalakan kemudian menempatkan sampel diatas hotplate, kemudian diatur suhunya sesuai yang diinginkan. Gampang bukan???

Biasanya hotplate ini terdiri dari pemanas dan magnetic stirer/pengaduk untuk mengaduk larutan. Hal ini dikarenakan kadang kala di laboratorium kita membutuhkan pengaduk yang konstan. Para pekerja lab/analis tentu tidak bisa melakukan pengadukan terus menerus secara konstan. Oleh karena itu, biasanya pada hotplate terdapat stirer yang berfungsi untuk mengaduk, dan tentunya memiliki tombol pengatur tersendiri kawan.

Bagian-bagian hotplate

Untuk lebih jelasnya mari lihat gambar dibawah ini :
Ini dia gambar  hotplate

Hotplate
Hotplate
Hotplate
Hotplate

Dari gambar di atas sudah terbayang kan fungsinya seperti apa dan cara kerja nya seperti apa. Bagian bagian hotplate sebagai berikut :

    1.  Alas
Pada gambar berwarna putih, merupakan tempat meletakkan sampel yang dipanaskan. Sesuai namanya ya teman-teman. Alas ini sebagai tempat untuk meletakkan sampel. Sampel nya ditempatkan pada gelas kimia atau juga bisa menggunakan erlenmeyer.

    2. Pengatur suhu

Pada gambar di atas pengatur suhu berupa tombol yang bisa diputar pada sebelah kiri. Fungsi nya pasti untuk mengatur suhu dari hotplate agar sesuai dengan yang diinginkan. Semakin kekanan atau searah jarum jam, maka suhu yang dihasilkan hotplate semakin tinggi. Demikian pula sebaliknya, semakin berlawanan arah jarum jam, suhu semakin rendah. Untuk mengukur/mengetahui suhu dari sampel digunakan termometer.

    3.  Pengatur stirer

Pada gambar di atas terletak di sebelah kanan pengatur suhu. Fungsinya untuk mengatur kecepatan pengadukan. Pengadukan menggunakan magnetic stirer. Untuk mempermudah dalam pengadukan, stirer ini dapat dimaksimalkan sehingga pekerja di laboratorium tidak perlu melakukan pengadukan secara manual.

Prinsip kerja hotplate

Prinsip kerja hotplate didasarkan pada proses perubahan energi listrik menjadi energi panas yang terjadi pada alas hotplate yang merupakan sebuah konduktor. Jadi, energi listrik yang berasal dari listrik yang mengalir ke hotplate, diubah menjadi energi panas pada alas/lempeng hotplate. Ini yang menyebabkan hotplate menjadi panas. Kemudia sebagian besar hotplate dilengkapi dengan magnetic stirrer. Fungsinya adalah untuk melakukan pengadukan dengan menggunakan stirrer magnet yang dicelup pada sampel.

Cara menggunakan hotplate laboratorium

Berikut ini cara menggunakan hotplate laboratorium :
1. Siapkan sampel yang akan dipanaskan.
2. Tuangkan sampel ke dalam erlenmeyer atau gelas beker.
3. Kemudian letakkan gelas beker berisi sampel ke alas hotplate.
4. Hidupkan hotplate, putar pengatur suhu secara perlahan. 
5. Sesuaikan suhu yang diinginkan.
6. Tunggu hingga proses pemanasan selesai.
7. Pindahkan sampel dan gelas beker dari alas hotplate, kemudian matikan hotplate tersebut.

Cara perawatan hotplate laboratorium

Agar hotplate dapat dipakai dalam waktu yang lama, maka perlu dilakukan perawatan. Berikut yang harus dilakukan : 
1. Bersihkan hotplate dari debu dan bekas pemanasan sampel baik pada bagian hotplate maupun pada lempeng pemanas.
2. Usahakan hotplate dihidupkan setiap hari, agar mesin berfungsi dengan normal.


Demikian pembahasan mengenai hotplate. jika dirasa bermanfaat silahkan temen-temen boleh share

Sekian dan terima kasih





Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Hotplate, pemanas dalam laboratorium kimia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel